Suka Meniup Kopi Yang Masih Panas? Begini Hukumnya Dalam Islam

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Saat menikmati kopi panas, sering kali seseorang meniup-niup kopi tersebut agar panasnya berkurang. Dalam norma Islam, bolehkah perihal ini dilakukan?

Kopi merupakan minuman favorit banyak orang di dunia. Salah satu jenis kopi ternikmat adalah kopi panas. Saat diseduh dengan air panas, kopi menghasilkan aroma nan khas.

Namun sering kali kopi tersaji dalam suhu nan sangat panas sehingga seseorang nan tak sabar mencicipi berupaya meniupnya agar lebih dingin. Dalam norma Islam, bolehkah meniup dan minum kopi nan tetap panas?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Tim Layanan Syariah, Ditjen Bimas Islam, mengenai perihal tersebut, ada sebuah hadits dan sejumlah pandangan ustadz nan berangkaian dengan meniup makanan, ialah imbauan agar umat Islam menghindari meniup makanan nan tetap panas.

Mengapa Rasulullah SAW Larang Meniup Makanan dan Minuman Panas? Ini AlasannyaFoto: Getty Images/iStockphoto/anna avdeeva

Hal ini dapat ditemukan pada hadits nan diriwayatkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi berikut ini:

وعن ابن عباس رضي اللّه عنهما أن النبي نهى أن يتنفس في الإناء أو ينفخ فيه

"Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi Muhammad SAW melarang pengembusan nafas dan peniupan (makanan alias minuman) pada bejana,"

Dari imbauan ini, ustadz Syafi'iyah kemudian memasukkan perihal ini ke dalam etika mengonsumsi makanan, salah satunya tidak mengonsumsi makanan alias minuman dalam keadaan panas. Umat Islam dianjurkan untuk mengonsumsi makanan alias minuman ketika sudah mulai dingin. Abu Zakariya Al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib menjelaskan:

وَلَا يَأْكُلَهُ حَارًّا حَتَّى يَبْرُدَ

"Ia tidak memakannya dalam keadaan panas sampai agak dingin,"

Mengingat perihal tersebut, mengonsumsi makanan alias minuman panas sebaiknya dihindari lantaran bisa membawa mudarat bagi kesehatan, setidaknya bisa membikin iritasi lidah sehingga tidak dapat merasakan makanan alias minuman secara maksimal.

Adapun, solusinya tentu menunggu sampai suhu makanan alias minuman berkurang alias agak hangat. Kalau memerlukan waktu cepat, sebaiknya ditiup menggunakan kipas alias merendam wadahnya untuk menurunkan suhu makanan alias minuman lebih cepat.

Minum Kopi Panas Terlalu Sering Bisa Ganggu Kesehatan MataFoto: Site News

Sementara itu, sebagian ustadz Mazhab Hanbali menyatakan, pada dasarnya meniup makanan alias minuman untuk mendinginkan adalah makruh lantaran dapat menghilangkan berkah. Hal ini sebagaimana diungkap Syekh Manshur Al-Bahuti (Manshur Al-Bahuti, Kasysyaful Qina 'an Matnil Iqna, [Beirut, Alamul Kutub: 1997 M/1417 H], cetakan I, juz IV, laman 154), sebagaimana berikut:

وَ يُكْرَه (التَّنَفُّسُ فِي إنَاءَيْهِمَا) لِأَنَّهُ رُبَّمَا عَادَ إلَيْهِ مِنْ فِيهِ شَيْءٌ (وَأَكْلُهُ حَارًّا) لِأَنَّهُ لَا بَرَكَةَ فِيهِ كَمَا فِي الْخَبَرِ (إنْ لَمْ تَكُنْ حَاجَةٌ) إلَى أَكْلِهِ حَارًّا فَيُبَاحُ

"Dimakruhkan meniup wadah keduanya (makanan alias minuman) lantaran sering kali sesuatu (racun/karbon dioksida) di mulut kembali ke wadah. Demikian juga makruh mengonsumsinya dalam keadaan panas lantaran tidak mengandung keberkahan di dalamnya sebagaimana di hadits jika tidak ada rencana untuk mengonsumsinya dalam keadaan panas. (Tetapi jika ada hajat), maka itu mubah,"

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa norma minum kopi nan tetap panas adalah makruh dan sebaiknya dihindari. Jika memerlukan waktu cepat, sebaiknya ditiup dengan kipas alias merendam wadahnya untuk menurunkan suhu makanan alias minuman lebih cepat.

Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan titel Hukum Meniup Kopi nan Masih Panas dalam Islam, Ini Hadist Lengkapnya

(adr/adr)

Selengkapnya
Sumber Detik Food
Detik Food