Pro Dan Kontra Kopi Instan, Jenis Kopi Populer Karena Praktis

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Kopi instan dalam corak sachet banyak digemari lantaran lebih praktis dan murah. Namun, meskipun terkenal ada beberapa pro dan kontra soal kopi ini.

Penikmat kopi mungkin merasa rumit jika perlu menyeduh dan meracik kopi sendiri. Terlebih, tidak banyak waktu dan keterbatasan peralatan untuk melakukan perihal tersebut.

Karena argumen ini, akhirnya banyak orang lebih memilih untuk menikmati kopi instan. Kopi instan hanya perlu diseduh dengan air panas lampau dinikmati, tanpa repot-repot meraciknya dengan gula alias tambahan bahan lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentuknya nan praktis, mudah larut dan harganya lebih terjangkau ini membikin para penikmat kopi beranjak ke kopi instan.

Namun, konsumsi kopi instan kerap menimbulkan perdebatan. Banyak pro dan kontra mengenai jenis kopi ini nan mungkin bakal membuatmu orang berpikir dua kali sebelum mengonsumsinya.

Merangkum espresso-works.com, berikut pro dan kontra kopi instan nan perlu Anda ketahui!

1. Apa itu kopi instan?

kopi instanBegini tampilan dalam kopi instan nan sering jadi pilihan lantaran dianggap lebih praktis. Foto: Getty Images/AsherDB

Sebelum mengetahui pro dan kontranya, ketahui dulu jenis kopi satu ini. Kopi instan adalah kopi dalam corak bulir nan biasa dikemas dalam bungkusan sachet.

Kopi instan bisa diseduh dalam beberapa menit saja. Hanya perlu menambah air panas, mengaduknya agar tidak ada gumpalan, dan bisa langsung dinikmati.

Sayangnya, kopi instan terbuat dari kopi nan diproses dengan metode direhidrasi. Pengolahan dengan suhu tinggi nan membikin serbuk kopi menjadi sangat halus, apalagi mudah larut dalam air.

Kopi instan pun mengandung kafein nan sebenarnya lebih sedikit dari serbuk kopi nan digiling segar. Dalam 226 gram kopi segar mengandung 145 mg kafein. Sedangkan dalam takaran nan sama, kopi instan hanya mengandung sekitar 63 mg kafein.

Profil rasa kopi instan sebenarnya bervariasi. Kopi instan kebanyakan terbuat dari biji kopi robusta nan kandungan gula dan lemaknya lebih sedikit daripada biji kopi Arabika nan baru digiling.

Saat kopi diseduh, Anda mendapatkan hasil akhir kopi nan kurang beraroma dan condong rasa kopinya pahit, bukan asam. Namun, secara keseluruhan, rasanya condong manis. Sebab, kopi instan biasanya sudah dicampur dengan gula alias krimer.

2. Kelebihan minum kopi instan

kopi instanTerdapat beberapa kelebihan mengonumsi kopi instan. Foto: Getty Images/AsherDB

Dari sisi positif, kopi instan rupanya tetap menjadi sumber antioksidan nan baik. Kopi sendiri sudah kaya bakal polifenol. Dari semua makanan dan minuman lain nan dikonsumsi, kopi bakal menyumbang 47% dari seluruh polifenol.

Artinya, kopi instan sekalipun tetap menawarkan polifenol nan berkedudukan terhadap aktivitas antioksidan.

Meskipun jumlahnya lebih sedikit, kopi instan tetap mengandung kafein. Kafein dikaitkan dengan faedah nan dapat membantu meningkatkan kegunaan otak. Bahkan, berpotensi mencegah penyakit, seperti Alzheimer dan Parkinson.

Selain itu, konsumsi kopi instan juga disebut dapat meningkatkan metabolisme, sehingga membantu dalam membakar lemak.

Menurut penelitian nan disebut Espresso Work, minum kopi dalam jumlah sedang dapat merangsang bagian tertentu di tubuh nan mempunyai banyak jaringan adiposa di dalamnya. Tubuh pun dapat memetabolisme makronutrien dengan lebih cepat.

Kontra kopi instan bisa dilihat pada laman selanjutnya!

Simak Video "Sakit Hati Bikin Wanita di Pacitan Racuni Tetangga Pakai Kopi Sianida"
[Gambas:Video 20detik]

Selengkapnya
Sumber Detik Food
Detik Food