Ngeri! Penjual Nasi Lemak Ini Diguna-guna Gegara Jualannya Laris

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Kisah penjual nasi lemak ini cukup menyeramkan. Jualannya nan selalu laku membikin penjual lain iri. Konon dia sampai meninggal akibat guna-guna.

Persaingan upaya kuliner nan semakin sengit membikin banyak penjual berlomba-lomba mencoba menarik perhatian pelanggan. Sebagian penjual mungkin jualannya laku keras, tetapi ada juga nan jualannya sepi.

Terkadang, penjual nan jualannya ramai menimbulkan rasa iri terhadap penjual lain. Tidak semua rasa iri dibalas dengan kegigihan, ada juga penjual nan iri membalasnya dengan langkah menyeramkan, seperti memakai semacam 'sihir' alias 'guna-guna'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka melumpuhkan penjual lain dengan langkah kurang baik, seperti membuatnya jatuh sakit alias apalagi sampai meninggal agar tidak bisa berdagang lagi.

Hal semacam ini rupanya betul terjadi. Seperti kisah nan dialami oleh penjual nasi lemak di Malaysia ini.

Dalam unggahan di media sosial X, seorang netizen anonim menceritakan kesedihannya lantaran ditinggal sang ibu dengan langkah nan cukup tragis.

Ia mengaku ibunya adalah penjual nasi lemak di pinggir jalan. Hal itu dilakukan sang ibu lantaran dia sudah ditinggal suami, sehingga salah satu langkah untuk menafkahi family adalah berjualan.

Awalnya, ibu netizen ini hanya jualan sedikit. Kurang lebih 10 sampai 50 balut nasi lemak per hari. Namun, tidak sampai berjam-jam, dagangannya tersebut selalu laku.

Melansir says.com (07/03), anaknya bercerita jika suatu hari sang ibu menerima pesanan nasi lemak sampai 1.000 bungkus. Pesanan ini datang dari masjid setempat dan dipesan untuk disumbangkan.

Ngeri! Penjual Nasi Lemak Ini Diguna-Guna Gegara Jualannya Laris(Gambar hanya ilustrasi) Penjual makanan ini membikin iri lantaran pesanan nan mereka terima banyak. Foto: iStock/X

Pesanan melimpah itu pun membikin ibu dan keluarganya sibuk sepanjang malam untuk menyiapkan nasi lemak ini.

"Selang satu minggu, masjid di taman lain pesan 1.500 bungkus, ada juga masjid dekat sekolah nan pesan," jelasnya.

Netizen ini juga mengaku sang ibu bersedia menerima pesanan banyak lantaran menurutnya perihal ini merupakan sebuah rezeki nan sayang ditolak. Ibunya pun meminta support anak dan keluarganya nan lain untuk menyiapkan pesanan tersebut.

Tentu pesanan nan meningkat membikin sang ibu senang. Dari nan tadinya hanya berdagang di pinggir jalan, seiring berjalannya waktu dia juga mendapat beribu-ribu pesanan nasi lemak.

Karena semakin sibuk, akhirnya sang ibu bekerja menyiapkan pesanan dari rumah, sedangkan anaknya menjaga gerai nasi lemak di pinggir jalan. Sehingga, pesanan tetap jalan dan gerai pinggir jalan juga tetap beroperasi.

Namun, pada suatu hari, sang ibu muntah darah. Parahnya, ditemukan logam keluar dari mulut sang ibu.

Lantas, ibunya dibawa ke rumah sakit. Namun, ibunya tidak mau dirawat dan lebih memilih rehat di rumah saja.

Ngeri! Penjual Nasi Lemak Ini Diguna-Guna Gegara Jualannya Laris(Gambar hanya ilustrasi) Karena pesanan melimpah ini, penjual nasi lemak itu terkena sihir sampai meninggal dunia. Foto: iStock/X

Setelah kejadian asing itu, anaknya membawa sang ibu menemui ustaz. Ustaz menyebut ibunya terkena sihir dari orang nan dengki terhadap kesuksesan jualan nasi lemaknya. Bahkan, orang nan dengki itu sampai mau ibunya meninggal dunia.

Empat bulan ibunya menderita lantaran sihir semacam ini. Meskipun beragam perawatan dan ikhtiar telah dilakukan, sang ibu tetap berujung menghembuskan nafas terakhir.

Sampai sekarang, dia dan adiknya tetap bertanya-tanya kenapa ada orang nan tega melakukan perihal mengerikan seperti itu.

Ia juga menulis pesan, "Mau jualan alias tidak, janganlah kita sakiti siapapun, jawaban Tuhan lebih besar."

Unggahan ini pun menarik simpati banyak netizen lain. Ada juga netizen nan memberi saran mengenai perihal nan perlu dilakukan saat terkena sihir semacam itu.

Simak Video "Bikin Laper: Lahap Makan Nasi Lemak dengan Aneka Lauk"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

Selengkapnya
Sumber Detik Food
Detik Food