Milk Bun Lagi Viral, Muslim Harus Cermati Kehalalannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Milk bun kreasi kafe di Thailand sedang viral dan disebut sangat enak. Namun muslim nan mau coba perlu mewaspadai perihal nan membikin milk bun tidak halal.

Penggemar roti pastinya tahu jika belakangan ini milk bun sedang viral. Sesuai namanya, milk bun adalah roti susu nan lembek manis. Kreasinya semakin viral setelah kafe di Thailand berjulukan After You membikin jenis berbeda.

Mereka menyajikan milk bun dalam kondisi dingin (cold milk bun). Lalu diberi isian krim dan ditaburi serbuk royal nan membikin tampilannya seperti 'dibedaki'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Viralnya cold milk bun asal Thailand itu juga sampai ke Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia. Mereka berlomba-lomba membikin cold milk bun untuk memenuhi selera dan permintaan pencinta roti.

Namun bagi muslim nan mau mencobanya perlu waspada. Sebab, seperti halnya roti lain, milk bun juga mempunyai sejumlah titik kritis nan membuatnya bisa jadi tidak halal.

Milk Bun viral di TikTokMilk bun dari Thailand sedang viral dan digandrungi. Foto: IG @afteryoudessertcafe / dok. Mad Milk

Mengutip IG @halalcorner (1/3/2024), titik kritis kehalalan milk bun ada pada bahan, proses, serta perangkat dan akomodasi produk nan dipakai.

Bahannya seperti tepung terigu, ragi, shortening, korsvet, cake emulsifier, adonan, perasa, topping, filling, dan lainnya kudu dipastikan halal. Bahan-bahan itu kudu terbebas dari haram dan najis.

Proses pembuatan milk bun juga kudu tidak terkontaminasi dengan nan haram alias najis. Kemudian perangkat bantu masak nan digunakan tidak boleh terbuat dari bahan nan diharamkan. Misalnya kuas jangan dari bulu babi.

Halal Corner juga mengungkap jika milk bun buatan kafe After You di Thailand sebenarnya sudah disertifikasi legal oleh lembaga legal Thailand, tapi punya sistem legal berbeda dengan Indonesia. Sebab sekarang lembaga legal di Indonesia sekarang sudah bukan di MUI, tetapi masuk ke kewenangan BPJPH.

Milk BunMilk bun punya sejumlah titik kritis nan perlu diwaspadai muslim. Foto: Detikcom

Dalam situsnya, Halal Corner juga pernah mengungkap lebih perincian tentang titik kritis kehalalan bahan produk bakery. Berikut beberapa di antaranya nan terkenal:

1. Rhum

Rhum banyak dipakai untuk membikin adukan tercampur dengan baik, cake lebih awet, serta mengikat aroma. Rhum diharamkan lantaran berkarakter khamr. Kandungan alkoholnya dapat mencapai 38-40%.

2. Emulsifier

Emulsifier dipakai agar bahan berkadar lemak tinggi dapat bercampur dengan air ketika dibuat adonan. Beberapa jenisnya juga dipakai sebagai adukan roti.

Ada beberapa jenis emulsifier nan dipakai seperti lesitin dan nan menggunakan kode E-number. Lesitin berkarakter syubhat lantaran mungkin berasal dari bahan hewani nonhalal. Lalu hati-hati dengan emulsifier E-number lantaran beberapa jenisnya dibuat menggunakan bahan dari babi.

3. Shortening

Shortening kerap disebut mentega putih. Shortening terbuat dari lemak, bisa lemak hewani, nabati, dan campuran keduanya. Biasanya dipakai untuk memberikan sensasi lembut dan renyah.

Karena berasal dari lemak hewan, maka shortening berkarakter syubhat. Bisa jadi shortening mengandung lemak babi (lard).

4. Margarin

Margarin sepintas terlihat legal lantaran menggunakan lemak nabati sebagai bahan dasarnya. Namun ada juga nan memakai produk hewani sehingga kudu dipastikan dari hewan legal alias haram.

5. Ragi

Ragi juga plural dipakai sebagai bahan developer roti. Ragi mungkin dibuat dari bahan nonhalal seperti lesitin babi. Konsumsinya sangat perlu diwaspadai muslim.

(adr/odi)

Selengkapnya
Sumber Detik Food
Detik Food