Duh! Pemilik Resto Geram Kentang Goreng Buatannya Disebut Biasa Saja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Pertikaian antara pengguna dan pemilik restoran kembali terjadi. Kali ini, pemilik restoran nan tidak terima ketika ada pengguna menganggap kentang gorengnya sangat biasa.

Belakangan ini banyak akun-akun di media sosial nan membagikan ulasan mereka ketika makan di restoran alias tempat makan populer. Sebagian ulasan nan diberikan baik, tetapi ada juga nan tanpa ragu memberi kritik tajam.

Sayangnya, tidak semua ulasan ujur pengguna diterima oleh penjual makanan. Terutama, ulasan jujur nan menganggap kualitas rasa makanan dan akomodasi restoran itu dianggap biasa saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ulasan seperti itu seringkali menyulut emosi penjual alias pemilik restoran. Menganggapnya sebagai ancaman nan dapat menjatuhkan upaya tersebut.

Belum lama ini, ada kejadian serupa nan terjadi di antara pengguna dan penjual kentang goreng. Pertikaian itu berasal dari unggahan video TikToker di akun @gunbuttock. TikToker itu terkenal dengan ulasan jujurnya terhadap suatu makanan.

Dalam salah satu video, dia terlihat mengeksplor pagelaran Ramadan di Kampong Glam, Singapura. Banyak gerai makanan dan minuman nan menarik perhatiannya di sana.

Ia pun memulai penjelajahan itu dengan membeli Cheezy Crab Fries Turkey Bacon nan ditawarkan gerai Frank On Wheels. Gerai ini terkenal menawarkan kentang goreng smokey.

Jajanan unik ini memang sebelumnya sudah viral di media sosial. TikToker ini pun tidak mau terlewat. Ia mau membuktikan seberapa enaknya kentang viral itu.

Ketika dicoba, rupanya reaksi TikToker ini biasa saja. Menurutnya untuk nilai S$11.90 alias sekitar Rp 139.000 kentang ini sagat tidak sepadan.

Duh! Pemilik Resto Geram Kentang Goreng Buatannya Disebut Biasa SajaSeperti ini tampilan kentang goreng nan dianggap tidak sepadan dengan harganya. Foto: TikTok @gunbuttock

"Sejujurnya ini hanya kentang biasa nan dilumuri saus dan diberi sedikit taburan crab stick di atasnya. Tolong jangan buang-buang duit S$11.90 untuk ini," jelasnya.

Ia lanjut mengkritiknya dengan menganggap kentang goreng itu tidak punya komponen 'smokey' alias asap apapun. Komponen 'smokey' itu pun dianggap hanyalah uap dari es kering nan dikemas dalam botol mini di sampingnya.

"Tidak ada aroma 'smokey' di sini. Itu murni hanya untuk hiasan estetika," lanjutnya.

TikToker ini pun hanya memberi penilaian 1 dari 10 untuk kentang goreng itu.

Duh! Pemilik Resto Geram Kentang Goreng Buatannya Disebut Biasa SajaMenurut pelanggan, kentang goreng ini tidak punya komponen smokey. Hanya ada asap nan dianggap menjadi hiasan saja. Foto: TikTok @gunbuttock

Ia lampau memberi penilaian sama buruknya untuk roti panggang keju Korea dan camilan tradisional Melayu lain. Hanya beberapa minuman manis, seperti minuman di gerai Gaospy x Offday Coffee nan mendapat review positif, lapor todayonline.com (20/03).

Video ulasannya ini menarik perhatian banyak orang. Bagi netizen, TikToker itu dianggap positif lantaran dia bisa betul-betul jujur memberi penilaian makanan.

Namun, dirinya mulai mendapat masalah ketika pemilik gerai kentang goreng memandang ulasan tersebut. Pemilik Frank On Wheels menunjukkan ketidakpuasan dengan ulasan negatif ini.

Akun "AbayaByKhalishaSg" nan diduga pemilik Frank On Wheels menanggapi ulasan TikToker itu dengan membalasnya di kolom komentar.

Ia mengungkap, "Apa nan Anda maksud dengan kentang goreng biasa? Jadi kentang goreng nan Anda makan itu berbeda? Dan ya, asapnya untuk estetika, bukan untuk dimakan! Saya bakal sangat menghargai jika Anda datang untuk memberi tahu saya langsung, daripada mengunggah secara online."

Duh! Pemilik Resto Geram Kentang Goreng Buatannya Disebut Biasa SajaBanyak makanan nan diberi ulasan kurang baik. Namun, minuman ini menjadi salah satu nan dianggap enak. Foto: TikTok @gunbuttock

Akun pemilik Frank On Wheels itu juga meminta maaf jika makanan nan dijual tidak sesuai seleranya. Namun, dia tampak tidak terima lantaran jualan kentang gorengnya dianggap terlalu biasa. Sebab, menurutnya kentang goreng itu dibuat dengan kualitas premium.

Beberapa netizen pun terlihat lebih memihak TikToker ini. Menurut beberapa netizen, TikToker Gunbutt bebas mengekspresikan pandangannya. Pelanggan tidak bertanggung jawab untuk merahasiakan opininya terhadap makanan nan mereka bayar sendiri.

Netizen lain berkomentar, "Saya pikir dia (TikToker) ada di posisi dimana dia berkuasa memberi pendapat lantaran dia sendiri bayar makanan itu."

Setelah diserbu netizen lain, akun "AbayaByKhalishaSg" kembali muncul untuk memberi penjelasan lain. Menurutnya, kentang goreng Cheezy Crab adalah produk baru nan mungkin memerlukan sedikit perbaikan. Ia juga menyarankan agar TikToker ini membeli rasa lain saja.

Dalam kemunculannya nan kedua kali, dia pun bersedia bakal memberi pengguna ini satu set kentang goreng baru.

Menanggapi masalah tersebut, pemilik Frank On Wheels mengungkap sebenarnya mereka senang hati menerima masukan dari pelanggan, jika memang perlu ada perbaikan.

Namun sebagai sebuah upaya restoran, dia berupaya melayani pengguna sabik mungkin. Komentar alias kritik negatif seperti itu dikhawatirkan menciptakan kesan jelek kepada pengguna lain dan bisa menghancurkan bisnis.

Simak Video "Menikmati Hidangan Prasmanan Sunda di Resto Pinggir Danau BSD"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

Selengkapnya
Sumber Detik Food
Detik Food