Begini Hukum Kirim Hampers Kue Dengan Niat Tertentu Dalam Islam

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Jelang lebaran, tradisi mengirimi hampers plural dilakukan. Bagaimana hukumnya dalam Islam mengenai mengirim hampers kue kepada keluarga, teman, alias kerabat?

Tradisi lebaran di Indonesia begitu beragam. Salah satunya adalah saling mengirimi hampers alias bingkisan kue. Di dalamnya berisi banyak kue kering dengan bungkusan elok dan ucapan selamat merayakan Idul Fitri.

Penerima hampers kue pastinya senang mendapat kiriman ragam kue kering enak. Namun dari sisi pengirim hampers, apakah tradisi ini boleh dilakukan menurut aliran Islam?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip IG @halalcorner (19/3/2024), terdapat norma mengirimi hampers dengan niat tertentu. Sebelumnya krusial untuk mengetahui apa itu niat.

Begini Hukum Kirim Hampers Kue dengan Niat Tertentu dalam IslamTradisi mengirimi hampers kue plural dilakukan jelang lebaran. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pinkybird

Dalam bahasa Arab, niat berfaedah kemauan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan. Secara umum, niat adalah ibadah hati (amaliyah qolbiyah) sehingga hanya Allah dan orang tersebut nan tahu soal niat alias motif seseorang dalam melakukan alias beribadah.

Dengan niat nan tulus dan ikhlas, kebaikan perbuatan tersebut menjadi lebih berbobot di hadapan Allah.

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya ibadah itu tergantung niatnya dan seseorang bakal mendapatkan sesuai dengan apa nan dia niatkan," (HR. Bukhari dan Muslim)

Lantas gimana jika memberi hampers kue kepada orang tertentu dan diniatkan agar kita mendapatkan untung dalam Islam?

Kisah seperti ini pernah diungkap Khalifah Umar bin Khattab. Beliau mengemukakan pengertian as-suht ialah orang nan berpengaruh di lingkungan sumber kekuasaan. Ia menjadi perantara dengan menerima hadiah bagi orang lain nan berkepentingan sehingga penguasa tadi meloloskan keperluan orang itu.

Dengan kata lain, dalam as-suht selalu ada penyalahgunaan kekuasaan alias kewenangan untuk memperkaya diri sendiri dan alias orang lain dengan menerima hadiah atas perbuatannya.

Hal gratifikasi seperti di atas haram dalam Islam.

Begini Hukum Kirim Hampers Kue dengan Niat Tertentu dalam IslamMengirim hampers kue saat lebaran boleh dilakukan asal tidak ada niat jelek nan menyertai. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pinkybird

Dari Abu Humaid as-Sa'idi bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Pemberian bingkisan kepada para pejabat (pegawai) adalah ghulul (khianat)" (HR. Ahmad)

Namun rupanya tidak ada masalah jika bingkisan hampers kue diberikan oleh seseorang atas dasar apresiasi kepada orang lain dengan niat tulus lantaran Allah semata.

Jadi, tradisi mengirimi hampers kue saat lebaran boleh dilakukan muslim selama niatnya hanya apresiasi, corak terima kasih, alias kasih sayang kepada penerimanya. Jangan sampai ada niat lain nan berangkaian dengan angan mendapatkan untung lain, maka hukumnya bakal haram.

(adr/odi)

Selengkapnya
Sumber Detik Food
Detik Food