5 Cara Mengurangi Asupan Kopi Saat Puasa Agar Tak Dehidrasi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Di bulan puasa gelombang minum kopi pasti berkurang. Hal ini terasa berat bagi pencinta kopi. Coba siasati dengan langkah ini agar tak alami dehidrasi.

Para mahir kesehatan kerap menyarankan untuk tidak minum kopi selama bulan puasa. Anjuran ini bukan tanpa alasan, kandungan kafein pada kopi bisa memicu pengaruh diuretik sehingga Anda rentan kekurangan cairan nan berisiko dehidrasi.

Akan tetapi, keputusan untuk berakhir minum kopi mungkin bisa berakibat jelek pada mereka nan terbiasa ngopi setiap hari. Dilansir dari Mashed, langsung setop ngopi bisa memicu kecemasan, sakit kepala dan indikasi depresi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya Anda tidak kudu berakhir minum kopi. Cukup ngopi dengan bijak dan kondusif dengan cara-cara berikut, seperti dikutip dari CNN Indonesia (19/4):

1. Kurangi waktu penyeduhan

Barista dari 3 Provinsi Unjuk Kemahiran Seduh Kopi Nusantara di Cilegon Proses penyeduhan kopi sebaiknya jangan terlalu lama. Foto: Getty Images/iStockphoto/hsyncoban

Kandungan kafein bakal semakin tinggi saat Anda menyeduh kopi dalam waktu lama. Biasanya mereka nan menyeduh kopi di rumah secara manual mendiamkan kopi selama beberapa menit di air panas.

Dilansir dari Have Halal Will Travel, sebaiknya Anda mengurangi waktu penyeduhan sehingga kandungan kafein tidak terlalu tinggi.

2. Ngopi dekat dengan waktu imsak

5 Tips Nyaman Minum Kopi Saat Puasa dari Dokter di ArabNgopi saat sahur disebut lebih baik daripada saat berbuka puasa. Foto: Getty Images/Stanislav Sablin

Kamu tetap bisa ngopi di pagi hari alias waktu sahur. Waktu ini sebenarnya lebih baik daripada saat berbuka puasa. Kamu tentu tidak mau menyiksa lambung kosong dengan kopi. Sebaiknya minum kopi 1-2 jam sebelum waktu sahur berhujung alias jelang imsak. Ingat, cukup secangkir alias jika lebih maka bisa memicu dehidrasi.

3. Cobalah tukar dengan teh

5 Teh Herbal Ini Ampuh Atasi Gejala Eksim dan Jamur KulitCobalah tukar kopimu dengan teh herbal nan lebih sehat. Foto: Getty Images/iStockphoto/tracielouise

Idealnya, jika Anda mau setop ngopi, Anda perlu mengurangi kopi sejak 1-2 minggu jelang Ramadan. Namun sekarang pun tidak terlambat untuk memulai mengurangi konsumsi kopi.

Dikutip dari beragam sumber, jika Anda biasanya minum 2-3 cangkir kopi per hari, mulai tukar 1-2 cangkir dengan kopi non kafein (decaf) alias teh herbal.

Kamu tetap bisa mendapatkan secangkir minuman hangat tanpa kudu mengalami sakit kepala, badan tidak nyaman alias efek-efek tak diinginkan lain.

4. Imbangi dengan asupan cairan

Cukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi. Minimal Anda bisa memenuhi kebutuhan 8 gelas air putih per hari. Ini bukan berfaedah Anda minum 4 gelas saat sahur dan 4 gelas saat berbuka puasa. Sebaiknya minum air putih secara berjenjang alias dibagi per waktu makan.

Saat bangun untuk sahur, minum 1 gelas, lampau setelah makan sahur 2 gelas air. Kemudian saat berbuka, minum 1 gelas plus kurma, setelah itu 1 gelas sebelum salat maghrib. Saat makan malam, minum 2 gelas air dan jelang tidur 1 gelas air.

Simak Video "Kedai Kopi M. Aboe Thalib Tabanan Suguhkan Kopi Saring-Susu Sejak 1940"
[Gambas:Video 20detik]
(Tim CNN/odi)

Selengkapnya
Sumber Detik Food
Detik Food